SIDANG TESIS 2020
Sebagaimana Allah telah berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,” (Surat Al Insyirah, ayat 5).
Setelah melewati perjuangan kurang lebih setahun ku menyusun tugas akhir di pascasarjana ini. Diawali dengan pencarian judul yang tepat sampai menjadi sebuah karya tulis. Akhirnya momen yang kunantikan tiba! ya tepat pada hari Senin, 07 Desember 2020 merupakan momen yang sangat berkesan bagiku. Dimana momen tersebut adalah momen bagiku untuk mempertanggung jawabkan hasil karya tulis ku kepada dosen penguji dan dosen pembimbing serta momen yang menandakan bahwa sebentar lagi aku akan menuntaskan perkuliahanku di pascasarjana ini.
Dimana sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehku, bahwa diriku bisa sampai sejauh ini melangkah di dalam dunia pendidikan. Qodarullah lagi-lagi Allah Maha Baik, memberikan kesempatan kepada diriku untuk bisa mengenyam pendidikan sampai S2 ini secara tuntas. Apalagi diusia yang terbilang tergolong sangatlah muda yaitu 23 Tahun, kubisa menuntaskan pendidikan sampai S2. Masya Allah walhamdulillah tidak pernah berhenti rasa syukur yang selalu kupanjatkan kepada-Nya.
Dengan persiapan yang tidak maksimal untuk sidang tesis esok hari, dikarenakan kondisi abi yang terbaring lemah karena sakit yang membuat pikiranku terus memikirkannya. Mau tidak mau, aku harus bisa fokus mempersiapkan dan mempelajari materi-materi yang sudah kutulis di dalam tesisku.
Alhamdulillah aku mendapatkan urutan yang ke-5 dari 7 peserta yang ikut sidang dihari senin tersebut. Ya, persidangan dilakukan secara online dikarenakan pandemi covid-19 yang tak kunjung pergi. Namun walaupun dilakukan sidang secara online, tidak mengurangi rasa tegang, gemetar dan penuh keringat dingin seperti persidangan yang dilakukan secara offline seperti biasanya yaitu pelaksanaan di kampus (diruang munaqosah). Alhamdulillah setelah menunggu cukup lama dengan menahan keringet dingin, akhirnya namaku dipanggil oleh admin untuk join room di zoom bersama dosen penguji dan dosen pembimbing. Persidanganpun dimulai, diawali dengan diriku yang diberi waktu untuk mempresentasikan hasil penelitian yang diperoleh dan dilanjut dengan beberapa pertanyaan serta koreksian oleh dosen penguji dan dosen pembimbing.
Alhamdulillah all is well! Aku percaya tidak ada hasil yang menghianati proses. Alhamdulillah aku bisa menjawab pertanyaan yang diberikan dosen penguji dan dosen pembimbing dengan baik. Persidangan pun berakhir dengan khidmat dan rasanya semua beban yang kupikul selama ini akhirnya rontok semuanya hehe. Setelah persidangan berakhir, akupun menunggu pengumuman hasil penilaian dan kelulusan yang diumumkan oleh Prof. Darwis selaku ketua sidang. Qodarullah, Allah Maha Baik! Tidak disangka, dengan persiapan yang tidak maksimal. Aku bisa mendapatkan nilai tertinggi diantara peserta sidang dihari senin tersebut. Ya, aku mendapatkan nilai ujian tesis 91 dengan IPK 3,55 yudisium "Amat Baik". Lagi-lagi aku bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh-Nya.
Akhirnya aku dinyatakan SAH untuk menambahkan gelar baru dibelakang namaku yaitu menjadi seorang M.Pd (makin percaya diri hehe). Begitu amat berat tanggung jawab yang kumiliki saat ini, terutama tanggung jawab ku kepada Allah sang pemilik semesta ini. Dengan mengucapkan BASMALAH, kuawali langkahku utk menjalani kehidupan yang sesungguhnya. Kuyakin aku pasti bisa menjalani kehidupan yang akan terjadi kedepannya, selama kita semua selalu melibatkan-Nya disetiap aktivitas yang kita lakukan.
Ada Pesan dari ibu dosen S1 untuk ku:
"Lakukan apa yang semestinya kamu lakukan"
1) Kita belajar karena merasa belum pintar
2) Gelar adalah penanda saja kalau belajar dibidang tertentu
3) Terus berkarya, karena karya bukanlah soal gelar.
Jadi, jangan khawatir akan tanggung jawab yang dipikul ketika memiliki gelar baru. Jadikan semua ini diniatkan untuk lillah dan pastinya mengharapkan ridhoNya. Teruslah belajar, belajar, dan belajar. Bukankah dalam sebuah hadits sudah sangatlah jelas penjelasannya bahwa kita semua diperintahkan untuk menuntut ilmu sejak dari buaian sampai ke liang lahat.
اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ
Artinya : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”
Semoga kita semua dijauhkan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Aamiin YRA
Yuk, kita baca doanya!
Dalam kitab Bidayah Al-Hidayah Imam al-Ghazali menyebutkan suatu doa yang bersumber dari hadits Rasulullah Saw supaya dilindugi dari ilmu yang tidak bermanfaat:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لا يَخْشَعُ وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ وَدُعَاءٍ لَايُسْمَعُ
Artinya: “Ya Allah aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, amal yang tidak diangkat (diterima), dan doa yang tidak didengar.”
Demikianlah kisah perjalananku untuk sampai menjadi seorang magister. Semoga bermanfaat🙂
With love,
@ifat_fatihah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar