Graduation Story....
07 Desember 2020 sidang Tesis
12 Juni 2021 Wisuda S2
30 Juni 2021 Akhir Masa Kerja Di SD Alzahra Indonesia
Waktu begitu cepat berputar dan waktu takkan bisa terulang kembali. Maka dari itu jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang kamu punya saat ini.
"Kualitas seseorang bukan semata ijazah kertas yang dimiliki. Tetapi seberapa pantas ia bermanfaat di masyarakat." (KH. Ahmad Rifa'i Arief)
Seperti halnya diriku, tanpa disadari ternyata diriku bisa menuntaskan masa studiku di program magister selama 2 tahun lebih sedikit, dengan melewati masa-masa perjuangan yang luar biasa (nangis, sedih, emosi, marah, semuanya dirasakan) sampai berada dititik persidangan tesis pada tanggal 07 Desember 2020 kala itu dan dilanjut dengan mengikuti prosesi wisuda pada tanggal 12 Juni 2021 di JCC Senayan. Hampir merasa cemas karena takut diadakan prosesi wisuda secara online. Tetapi, lagi-lagi Allah Maha Baik! Qodarullah, ditengah kondisi pandemi yang masih mengerikan. Alhamdulillah prosesi wisudaku dan teman-teman berakhir baik yaitu diadakannya secara offline di JCC Senayan.
Alhamdulillah aku dan teman-teman Pascasarjana PTIQ Jakarta diwisuda secara langsung bersama bapak rektor yaitu Bpk. Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. selain itu juga kami mendapatkan irsyadat wattaujihad dari beliau. Alhamdulillah prosesi wisuda berjalan dengan penuh khidmat, aman dan lancar.
Fyi suasana wisuda offline dimasa pandemi benar-benar super riweuh, kenapa riweuh? karena sebelum hari H, seluruh peserta wisuda diminta untuk melakukan tes swab antigen atau genose. Ketika hari H tiba, yang boleh masuk ruangan hanya peserta wisuda dan semua orang tua dilarang untuk masuk ruangan prosesi wisuda (sedih banget pokoknya). Akhirnya semua kedua orangtua beserta keluarga menunggu diluar ruangan. Benar-benar sangat berbeda suasana wisuda pada saat S-1 dan S-2 ini. Tapi lagi-lagi aku harus bersyukur, karena masih diberi kesempatan untuk merasakan wisuda secara offline. Akhirnya yang hadir ketika wisuda hanya keluarga dan teman-teman terdekat yaitu Jawa- Guntur dan Sahabat tersayangku calon bu dokter yaitu Dokter Nelly. Sangat terharu bisa didatangi oleh mereka ke lokasi wisuda, padahal lokasi wisudanya cukup jauh. Pokoknya bersyukur punya mereka dan sayang banget sama mereka :)
Setelah proses wisuda selesai, aku langsung menemui abi dan umi. Akupun langsung memeluknya, betapa bersyukurnya aku dilahirkan dari kedua orangtua yang hebat (kami bertigapun menangis haru) Karena sejak awal masuk dunia perkuliahan, mereka berdualah yang memberikan masukan, arahan dan saran untukku dan akupun mengikuti semua masukan dan saran yang mereka berdua berikan. Karena kuyakin pilihan mereka pasti yang terbaik untuk anaknya dan selama kedua orangtua meridhoi, Insya Allah akan dimudahkan dan dilancarkan segalanya oleh Allah SWT.
Dihari tersebut begitu banyak untaian do'a dan ucapan yang kudapat dari orang-orang terdekat, tersayang dan yang kukenal. Disitulah aku mulai merenung, begitu beratnya tanggung jawab yang harus kujalani untuk kedepannya. Tapi disisi lain aku bangga dengan diriku sendiri, karena bisa sampai ditahap ini. It's okay, i'll try my best!
Inilah diriku dengan segala kekuranganku. Segala kesuksesan yang diri ini raih sampai saat ini adalah berkat do'a-do'a abi dan umi yang dipanjatkan disetiap sujud malamnya, serta do'a-do'a orang baik yang kukenal.
Terimakasih umi dan abi atas semua harapan dan doa terbaik yang selalu ada hanya untuk diri ini. Terimakasih untuk kasih sayang yang tak terhingga dan tak bisa dibalas dengan apapun. Kasih sayang dan pengorbanan yang tulus menjadi saksi akan hebatnya kalian berdua.
Terimakasih juga untuk semua orang baik yang sudah menghantarkan diri ini sampai dititik ini. Jazakumullah khayran katsiran wa Barokallah fii umurikum. Aamiin