Senin, 06 Januari 2020

All about life


USIA, PENDIDIKAN, PERNIKAHAN
Memasuki usia 20-an, ini adalah masa peralihan menuju kedewasaan yang sesungguhnya. Sebagian orang mengatakan bahwa usia tersebut benar-benar memasuki usia yang mulai rawan. Kenapa disebut rawan? Karena frekuensi kehidupan dimulai! Dimulai dengan siap menghadapi banyaknya tantangan dan pertanyaan yang terlontar dari orang-orang sekitar. Entah tantangan hidup dan pertanyaan seputar Pendidikan, karir, sampai pertanyaan tentang pasangan hidup. Oia sebelumnya survey membuktikan bahwa, pada Usia 20-an setiap individu sudah memulai membuat alur kehidupannya masing-masing. Diantaranya terdapat 50% dari orang-orang sekitar memutuskan untuk melanjutkan Pendidikannya di bangku perkuliahan dan 50% dari orang-orang sekitar ada yang memutuskan untuk memilih bekerja. Intinya kalau di dalam Bahasa kerennya sih biasa disebut “Back to yourself”. Semua kehidupan di dunia ini tidak terlepas dari kata “Perjuangan”. Ya, kita dituntut untuk terus berjuang walaupun terkadang banyak ombak yang menerjang, karena disitulah kita diuji seberapa kuat dan bertahannya kita dalam menghadapi arus ombak yang datang secara tiba-tiba.
Pastinya setiap individu memiliki alasannya masing-masing untuk memilih antara melanjutkan Pendidikan atau bekerja. Bagiku, bersyukurlah buat kalian yang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk melanjutkan Pendidikan di bangku perkuliahan. Karena Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim) betapa dimuliakannya orang yang menuntut ilmu dihadapan Allah dan Rasul-Nya. Tetapi terkadang orang yang memutuskan untuk melanjutkan Pendidikan di bangku perkuliahan, masih banyak yang suka mengeluh dan kurangnya bersyukur karena begitu banyak tugas yang diberikan oleh para dosen.  Padahal kalau dijalani dengan ikhlas dan mengharap ridho dari-Nya pasti semuanya akan selesai pada waktunya. Berbeda dengan orang yang bekerja, begitu kerasnya dunia kerja. Dimana kita harus siap secara lahir dan bathin di tempat kerja yang kita tempati. Banyaknya tuntutan dari atasan, harus bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan harus bisa memahami karakter antar individu. Memang benar bahwa hidup itu gak ada yang enak, semuanya butuh proses dan perjuangan.
Lain halnya lagi, banyak kekhawatiran dan kegelisahan yang terjadi di lingkungan masyarakat sekarang. Sebagian orang mengatakan kepada anak perempuan, agar jangan terlalu tinggi mengemban Pendidikan dibangku perkuliahan. Misal kuliah S2 dan S3. Karena menurut mereka, anak perempuan yang Pendidikannya terlalu tinggi membuat para lelaki merasa minder.  karena diriku merupakan seorang perempuan, menurutku perempuan wajib berpendidikan tinggi. Kenapa? Karena gen kepintaran, kecerdasan dan sifat yang dimilikinya akan menurun kepada keturunannya kelak. Perempuan dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, berpikir cerdas, dan pemberani. Karena perempuan akan menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya kelak dan dengan menjadi perempuan yang cerdas maka akan mencetak keturunan yang cerdas pula. Bagaimana kalau menurutmu?! 
Pernikahan di usia 20-an menjadi hal yang krusial, setiap orang sudah ditentukan takdirnya masing-masing oleh Allah SWT. Sebagian dari orang-orang terdekat telah ditakdirkan bertemu dengan jodohnya dan sebagiannya lagi ada yang belum dipertemukan dengan jodohnya, tetapi percayalah semua akan datang di waktu yang tepat. Buat kalian yang belum dipertemukan dengan pasangan hidupnya, jangan khawatir. Allah sedang memberi kesempatan kepada kalian untuk memperbaiki diri dan memperdalam lagi ilmu tentang pernikahan. Seperti perkataan Ummu Fatih: "Kita tidak bisa memaksa Allah untuk menuruti keinginan kita, tetapi kita masih bisa melatih hati kita untuk percaya bahwa apapun yang DIA tetapkan pasti yang terbaik". Karena pernikahan bukan hanya sekedar ijab dan qabul antara kedua belah pihak dan dijadikan sebagai penghilang nafsu belaka. Tetapi pernikahan dilakukan untuk menyempurnakan sebagian agama dengan niat untuk beribadah dan mengharap ridho-Nya. Karena pernikahan tidak bisa dipermainkan, ia hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup dan bagi orang-orang yang sudah siap untuk menikah, berarti ia diminta untuk siap menjalani komitmen dan konsekuensi bersama sampai akhir hayat.



5 komentar:

  1. Suka sama tulisannya. Semangat terus untuk menulis ya! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah dapat komentar dari bu guru berhati lembut, siap laksanakan bu guru!Mohon bantuan do'anya agar aku tak malas hehe

      Hapus
  2. suka sama tulisan dan karya nya, teruslah berkarya dan ciptan kan karya karya indah mu :)

    BalasHapus
  3. with pleasure, Terimakasih atas komentar positifnya :)

    BalasHapus
  4. Masya Allah , banyak banget yg dapat di ambil baik nya di sini , terus berkarya ya dan jangan bosan untuk menulis , bisa jadi karya kamu memotivasi banyak orang , sumpah suka pake banget deh :)

    BalasHapus