USIA,
PENDIDIKAN, PERNIKAHAN
Memasuki
usia 20-an, ini adalah masa peralihan menuju kedewasaan yang sesungguhnya. Sebagian orang mengatakan bahwa usia tersebut benar-benar memasuki usia yang mulai rawan. Kenapa disebut rawan? Karena
frekuensi kehidupan dimulai! Dimulai dengan siap menghadapi banyaknya tantangan
dan pertanyaan yang terlontar dari orang-orang sekitar. Entah tantangan hidup
dan pertanyaan seputar Pendidikan, karir, sampai pertanyaan tentang pasangan
hidup. Oia sebelumnya survey membuktikan bahwa, pada Usia 20-an setiap individu
sudah memulai membuat alur kehidupannya masing-masing. Diantaranya terdapat 50%
dari orang-orang sekitar memutuskan untuk melanjutkan Pendidikannya di bangku
perkuliahan dan 50% dari orang-orang sekitar ada yang memutuskan untuk memilih bekerja.
Intinya kalau di dalam Bahasa kerennya sih biasa disebut “Back to
yourself”. Semua kehidupan di dunia ini tidak terlepas dari kata “Perjuangan”.
Ya, kita dituntut untuk terus berjuang walaupun terkadang banyak ombak yang
menerjang, karena disitulah kita diuji seberapa kuat dan bertahannya kita
dalam menghadapi arus ombak yang datang secara tiba-tiba.
Pastinya
setiap individu memiliki alasannya masing-masing untuk memilih antara
melanjutkan Pendidikan atau bekerja. Bagiku, bersyukurlah buat kalian yang
diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk melanjutkan Pendidikan di bangku
perkuliahan. Karena Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menelusuri jalan
untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim) betapa dimuliakannya orang yang menuntut ilmu dihadapan Allah dan
Rasul-Nya. Tetapi terkadang orang yang memutuskan untuk melanjutkan Pendidikan
di bangku perkuliahan, masih banyak yang suka mengeluh dan kurangnya bersyukur
karena begitu banyak tugas yang diberikan oleh para dosen. Padahal kalau dijalani dengan ikhlas dan
mengharap ridho dari-Nya pasti semuanya akan selesai pada waktunya. Berbeda
dengan orang yang bekerja, begitu kerasnya dunia kerja. Dimana kita harus siap
secara lahir dan bathin di tempat kerja yang kita tempati. Banyaknya tuntutan
dari atasan, harus bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan harus bisa
memahami karakter antar individu. Memang benar bahwa hidup itu gak ada yang
enak, semuanya butuh proses dan perjuangan.
Lain
halnya lagi, banyak kekhawatiran dan kegelisahan yang terjadi di lingkungan masyarakat
sekarang. Sebagian orang mengatakan kepada anak perempuan, agar
jangan terlalu tinggi mengemban Pendidikan dibangku perkuliahan. Misal kuliah
S2 dan S3. Karena menurut mereka, anak perempuan yang Pendidikannya terlalu
tinggi membuat para lelaki merasa minder. karena diriku merupakan seorang perempuan, menurutku perempuan wajib berpendidikan tinggi. Kenapa? Karena gen kepintaran, kecerdasan dan sifat yang dimilikinya akan menurun kepada keturunannya kelak. Perempuan
dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, berpikir cerdas, dan pemberani.
Karena perempuan akan menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya kelak dan dengan menjadi perempuan yang cerdas maka akan mencetak keturunan yang cerdas pula. Bagaimana kalau menurutmu?!
Pernikahan
di usia 20-an menjadi hal yang krusial, setiap orang sudah ditentukan takdirnya
masing-masing oleh Allah SWT. Sebagian dari orang-orang terdekat telah
ditakdirkan bertemu dengan jodohnya dan sebagiannya lagi ada yang belum
dipertemukan dengan jodohnya, tetapi percayalah semua akan datang di waktu yang
tepat. Buat kalian yang belum dipertemukan dengan pasangan hidupnya, jangan
khawatir. Allah sedang memberi kesempatan kepada kalian untuk memperbaiki diri dan
memperdalam lagi ilmu tentang pernikahan. Seperti perkataan Ummu Fatih: "Kita tidak bisa memaksa Allah untuk menuruti keinginan kita, tetapi kita masih bisa melatih hati kita untuk percaya bahwa apapun yang DIA tetapkan pasti yang terbaik". Karena pernikahan bukan hanya sekedar
ijab dan qabul antara kedua belah pihak dan dijadikan sebagai penghilang nafsu
belaka. Tetapi pernikahan dilakukan untuk menyempurnakan sebagian agama dengan niat untuk beribadah dan
mengharap ridho-Nya. Karena pernikahan tidak bisa dipermainkan, ia hanya
dilakukan sekali dalam seumur hidup dan bagi orang-orang yang sudah siap untuk
menikah, berarti ia diminta untuk siap menjalani komitmen dan konsekuensi bersama sampai akhir
hayat.

Suka sama tulisannya. Semangat terus untuk menulis ya! :)
BalasHapusMasya Allah dapat komentar dari bu guru berhati lembut, siap laksanakan bu guru!Mohon bantuan do'anya agar aku tak malas hehe
Hapussuka sama tulisan dan karya nya, teruslah berkarya dan ciptan kan karya karya indah mu :)
BalasHapuswith pleasure, Terimakasih atas komentar positifnya :)
BalasHapusMasya Allah , banyak banget yg dapat di ambil baik nya di sini , terus berkarya ya dan jangan bosan untuk menulis , bisa jadi karya kamu memotivasi banyak orang , sumpah suka pake banget deh :)
BalasHapus